Ketika
LGBT menjadi Trending topic paling popular di Indonesia banyak
kelompok-kelompok yang pro dan kontra terhadap kelompok minoritas satu ini, namun
tahukah kalian apa LGBT itu ? LGBT adalah akronim dari lesbian, gay, biseksual,
dan transgender. Orang-Orang yang bergabung dalam kelompok ini mayoritas adalah orang-orang
yang memiliki gairah sek yang agak berlainan dari pada masyarakat pada umumnya
seperti, lesbian, homo, biseksual, dan juga transgender. Dari keadaan yang
telah ada ini mereka para anggota LGBT menuntut haknya untuk di sahkan di
Indonesia dengan dalih HAM (hak asasi manusia) supaya mereka bisa lebih leluasa
dan tenang ketika hendak bergaul dengan siapapun tanpa harus adanya suatu
tindakan diskriminasi yang terjadi kepada mereka. Namun pernyataan kelompok
yang berlambang sebuah bendera berwarna pelangi ini telah mengundang banyak
kontrofersi dari banyak tokoh yang berada di Indonesia mulai dari tokoh agama,
politikus, hingga artis sekaligus.
Masing-Masing
dari mereka ada yang pro dan kontra seperti Khoirul Anwar yang lebih memilih pro terhadap kelompok ini.
Dalam tulisannya yang dimuat oleh Islam Lib beliau lebih memihak kepada
kelompok ini dengan memaparkan beberapa ayat Al-Quran beserta tafsirannya.
Dalam tulisannya beliau juga menggunakan dalil Al-Quran surat Al-A’raf ayat
80-81 yang kebanyakan orang menafsirkannya itu adalah suatu bukti larangan dan
pelajaran bagi kita semua. Berbeda lagi dengan beliau yang menafsirkan bahwa
ayat tersebut lebih bersifat sebagai “cerita penghibur” untuk menguatkan mental
nabi Muhammad yang tatkala itu ditolak untuk berdakwah oleh golongan Qurais.
Penafsiran ini berdasarkan ayat sesudah dan sebelumnya yang berisikan tentang
kisah para rosul yang juga mengalami penolakan dari umatnya, melalui ayat ini
nabi dimotivasi agar tidak pernah patah semangat dalam berdakwah dan menegakkan
Hak Asasi Manusia. (Baca: QS. Al-A’raf ayat 34-186)
Bahkan
beliau juga memaparkan jika LGBT dalam Al-Quran justru mendapatkan tempatnya
jika kita menyadari bahwa keragaman orientasi sekseual bagian dari bawaan
(alamiah, tabiat). Seperti dalam QS. Al-isra’ ayat 84 yang menyatakan:
“Katakanlah: Tiap-Tiap orang berbuat menurut keadaan (syakilatih)
masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. Namun
pertanyaannya adalah, bagaimana dengan pernyataan para dokter dan para psikolog
dengan pandangan mereka bahwa LGBT adalah kelainan jiwa dan ini harus
disembuhkan ? ditambah lagi, bukankah Al-Qur’an itu sebagai tuntunan dan
tatanan bagi umat islam ?
Menarik
memang permasalahan ini untuk didiskusikan, bahkan bukan hanya dari kalangan
mahasiswa saja yang membahas isu ini seperti halnya politikus dari partai PKS
Hidayat Nur Wahid yang juga turut berkicau terkait dengan LGBT ini seperti yang
beliau paparkan dalam twitternya yang berbunyi “dengan merujuk pada uu no 18 tahun
2014 LGBT termasuk dalam kategori orang dengan masalah kesehatan jiwa” dengan
melihat pernyataan tersebut politikus partai
PKS ini sepertinya lebih kontra terhadap kelompok LGBT tersebut, karena
memang jelas bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang berlandaskan dengan
uu dan pancasila. Sehingga sebelum mengesahkan mereka di Indonesia pemerintah
harus kembali menengok kepada lima nilai
yang tersusun di dalam pancasila dan juga UUD 1945 yang telah menjadi
ideologi dasar bagi negara kita Indonesia. Karena bisa juga LGBT adalah
kelompok radikalis yang sengaja ingin mengubah ideology negara kita dengan
ideoligi kebebasan seperti halnya di Amerika dengan membebaskan semua hal seperti
kawin bebas, sek bebas dan pengguguran janin yang bebas dengan embel-embel yang
mereka bawa di Indonesia yaitu HAM. Tetapi meskipun negara Indonesia bukan
negara agama seperti di arab namun Indonesia adalah negara yang beragama
sehingga semua itu tidak mungkin disahkan di Indonesia meskipun mereka mengatas
namakan HAM.
Tetapi
entahlah, memang sulit untuk mengklarifikasi mereka antara mana yang benar dan
mana yang salah apalagi ini adalah permasalahan yang berselimut dalam agama, di
dalam agama sendiri juga terdapat larangan kepada kita untuk berlaku mengadili.
Namun berkaitan dengan agama pasti ada yang benar dan ada yang salah ada pahala
ada dosa ada surga ada neraka, ketika
kita menganggap satu dari mereka adalah benar sama halnya kita menyalahkan yang
satu dan menganggap mereka berdosa lalu mereka akan masuk neraka. Bukankah itu
sama halnya dengan kita mengadili mereka ? bahkan dengan egoisnya kita
menganggap kitalah yang benar kitalah yang berpahala dan kitalah kelak yang
mendapat surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar