Minggu, 17 April 2016

Pro dan Kontra LGBT



            Ketika LGBT menjadi Trending topic paling popular di Indonesia banyak kelompok-kelompok yang pro dan kontra terhadap kelompok minoritas satu ini, namun tahukah kalian apa LGBT itu ? LGBT adalah akronim dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Orang-Orang yang bergabung dalam  kelompok ini mayoritas adalah orang-orang yang memiliki gairah sek yang agak berlainan dari pada masyarakat pada umumnya seperti, lesbian, homo, biseksual, dan juga transgender. Dari keadaan yang telah ada ini mereka para anggota LGBT menuntut haknya untuk di sahkan di Indonesia dengan dalih HAM (hak asasi manusia) supaya mereka bisa lebih leluasa dan tenang ketika hendak bergaul dengan siapapun tanpa harus adanya suatu tindakan diskriminasi yang terjadi kepada mereka. Namun pernyataan kelompok yang berlambang sebuah bendera berwarna pelangi ini telah mengundang banyak kontrofersi dari banyak tokoh yang berada di Indonesia mulai dari tokoh agama, politikus, hingga artis sekaligus.
            Masing-Masing dari mereka ada yang pro dan kontra seperti Khoirul Anwar  yang lebih memilih pro terhadap kelompok ini. Dalam tulisannya yang dimuat oleh Islam Lib beliau lebih memihak kepada kelompok ini dengan memaparkan beberapa ayat Al-Quran beserta tafsirannya. Dalam tulisannya beliau juga menggunakan dalil Al-Quran surat Al-A’raf ayat 80-81 yang kebanyakan orang menafsirkannya itu adalah suatu bukti larangan dan pelajaran bagi kita semua. Berbeda lagi dengan beliau yang menafsirkan bahwa ayat tersebut lebih bersifat sebagai “cerita penghibur” untuk menguatkan mental nabi Muhammad yang tatkala itu ditolak untuk berdakwah oleh golongan Qurais. Penafsiran ini berdasarkan ayat sesudah dan sebelumnya yang berisikan tentang kisah para rosul yang juga mengalami penolakan dari umatnya, melalui ayat ini nabi dimotivasi agar tidak pernah patah semangat dalam berdakwah dan menegakkan Hak Asasi Manusia. (Baca: QS. Al-A’raf ayat 34-186)
            Bahkan beliau juga memaparkan jika LGBT dalam Al-Quran justru mendapatkan tempatnya jika kita menyadari bahwa keragaman orientasi sekseual bagian dari bawaan (alamiah, tabiat). Seperti dalam QS. Al-isra’ ayat 84 yang menyatakan: “Katakanlah: Tiap-Tiap orang berbuat menurut keadaan (syakilatih) masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. Namun pertanyaannya adalah, bagaimana dengan pernyataan para dokter dan para psikolog dengan pandangan mereka bahwa LGBT adalah kelainan jiwa dan ini harus disembuhkan ? ditambah lagi, bukankah Al-Qur’an itu sebagai tuntunan dan tatanan bagi umat islam ?
            Menarik memang permasalahan ini untuk didiskusikan, bahkan bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja yang membahas isu ini seperti halnya politikus dari partai PKS Hidayat Nur Wahid yang juga turut berkicau terkait dengan LGBT ini seperti yang beliau paparkan dalam twitternya yang  berbunyi “dengan merujuk pada uu no 18 tahun 2014 LGBT termasuk dalam kategori orang dengan masalah kesehatan jiwa” dengan melihat pernyataan tersebut politikus partai  PKS ini sepertinya lebih kontra terhadap kelompok LGBT tersebut, karena memang jelas bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang berlandaskan dengan uu dan pancasila. Sehingga sebelum mengesahkan mereka di Indonesia pemerintah harus kembali menengok kepada lima nilai  yang tersusun di dalam pancasila dan juga UUD 1945 yang telah menjadi ideologi dasar bagi negara kita Indonesia. Karena bisa juga LGBT adalah kelompok radikalis yang sengaja ingin mengubah ideology negara kita dengan ideoligi kebebasan seperti halnya di Amerika dengan membebaskan semua hal seperti kawin bebas, sek bebas dan pengguguran janin yang bebas dengan embel-embel yang mereka bawa di Indonesia yaitu HAM. Tetapi meskipun negara Indonesia bukan negara agama seperti di arab namun Indonesia adalah negara yang beragama sehingga semua itu tidak mungkin disahkan di Indonesia meskipun mereka mengatas namakan HAM.
Tetapi entahlah, memang sulit untuk mengklarifikasi mereka antara mana yang benar dan mana yang salah apalagi ini adalah permasalahan yang berselimut dalam agama, di dalam agama sendiri juga terdapat larangan kepada kita untuk berlaku mengadili. Namun berkaitan dengan agama pasti ada yang benar dan ada yang salah ada pahala ada dosa ada surga  ada neraka, ketika kita menganggap satu dari mereka adalah benar sama halnya kita menyalahkan yang satu dan menganggap mereka berdosa lalu mereka akan masuk neraka. Bukankah itu sama halnya dengan kita mengadili mereka ? bahkan dengan egoisnya kita menganggap kitalah yang benar kitalah yang berpahala dan kitalah kelak yang mendapat surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar